Tafsir Bi al-Ma`tsūr dari Buku ke Buku: Ragam Definisi sebagai Pilihan Kita Hari Ini

By: Wahyuni Nur Aulia

Pembahasan mengenai tafsir bil ma'tsur merupakan salah satu bagian pokok yang kerap  dijumpai pada bagian awal dari kitab-kitab 'katalog' tafsir. Dalam tradisi katalogisasi kitab-kitab tafsir, ia selalu menjadi dikotomi besar dan yang paling mendasar dari pembagian seluruh  jenis kitab tafsir yang ada. Menariknya, setiap pengarang kitab yang berusaha mengatalogisasi dan mengelompokkan kitab-kitab tafsir ini selalu memiliki standar yang berbeda satu sama lain mengenai kriteria dari suatu kitab tafsir agar dapat disebut sebagai tafsir bil ma'tsur.  

Ignaz Goldziher misalnya mengartikan al-ma'tsur hanya sebatas pada riwayat-riwayat yang  disandarkan kepada Nabi Saw. dan para sahabat (Goldziher, 2010: 84-88). Berbeda dengan Ignaz, Adz-Dzahabi —dalam  upayanya membantah Ignaz— memperluas cakupan al-ma'tsur hingga kepada riwayat-riwayat  yang disandarkan kepada para tabi'in. Alasan perluasan cakupan ini sesederhana dilandasi oleh keberadaan kitab-kitab tafsir yang telah lebih dahulu diklaim sebagai tafsir bil ma'tsur, serupa milik Thabari, yang nyatanya tidak hanya menggunakan riwayat yang bersandar pada  Nabi Saw. dan sahabat melainkan juga riwayat yang berasal dari para tabi'in (Adz-Dzahabi, tt: 112). Sejalan dengan hal ini, Hadi Ma'rifat —meskipun pada dasarnya ingin membantah Adz-Dzahabi— juga  memberikan batasan yang sama mengenai riwayat yang dapat dikategorikan sebagai al-ma'tsur meskipun nantinya akan ditambah dengan kriteria bernuansa ideologis syi'ah yang terwujud dalam  penambahan riwayat dari imam (a'immah) (Ma’rifat, 1425 H: 539).

Berbeda dengan Adz-Dzahabi dan Hadi Ma'rifat, Ali Iyazi secara tegas menetapkan wilayah  yang dapat diterima sebagai tafsir bil ma'tsur hanya sebatas pada riwayat yang berasal dari  Nabi Saw., ahlu al-bait, dan para sahabat (Iyazi, 1386: 36-37). Ibnu 'Asyur pun dalam hal ini bahkan telah lebih  dulu mengindikasikan penerimaannya hanya terhadap riwayat yang berasal dari Nabi Saw. dan  para sahabat (Saleh, 2015: 1656). Berlawanan dengan tradisi dikotomi ini, Walid Saleh berpandangan bahwa  kategorisasi seperti bil ma'tsur sudah tidak kompatibel dan cukup problematik. Menurutnya  sebagian besar kitab tafsir selalu menggunakan lebih dari satu metode sehingga pembagian  semacam ini dirasa kurang kompatibel. 

Perbedaan pandangan mengenai definisi hingga batasan dari al-ma'tsur ini setidaknya telah  menjawab salah satu pertanyaan besar mengenai Tafsir Thabari belakangan ini: apakah ia dapat digolongkan sebagai tafsir bil ma'tsur? Sebagian orang di masa sekarang menolak Tafsir Thabari sebagai salah satu percontohan dari tafsir bil ma'tsur. Alasannya sederhana, sedikit sekali riwayat-riwayat di dalam tafsir ini yang langsung disandarkan kepada Nabi Saw. ataupun  para sahabat. Berkaca dari riset kecil-kecilan ini, maka saya berargumen bahwa kitab tafsir  layaknya Tafsir Thabari sejatinya sah-sah saja untuk dikatakan sebagai bil ma'tsur dan boleh-boleh saja untuk tidak dimasukkan ke dalamnya tergantung pada definisi tafsir bil ma'tsur seperti apa yang kita gunakan. Pada akhirnya, tafsir hanyalah sebatas alat bantu. Tafsir lahir tidak bukan untuk memperjelas apa yang belum jelas dari Al-Qur'an lantaran kita sebagai audiens hari ini tidak lahir sezaman dengan era pewahyuan itu sendiri. Maka definisi apapun yang digunakan selagi memiliki dasar argumen yang kuat maka sah-sah saja untuk kita ikuti.

Referensi

Goldziher, Ignaz. Mazhab Tafsir dari Klasik hingga Modern. Terj. M. Alaika Salamullah, dkk, Yogyakarta, eLSAQ Press, Cet. V Maret 2010.

Adz-Dzahabi, Muhammad Husain. At-Tafsir wa Al-Mufassirun. Kairo: Maktabah Wahbah, tt.

Ma’rifat, Muhammad Hadi. At-Tafsīr wa Al-Mufassirūn Fī Tsaubih Al-Qasyīb. Al-Jami’ah Ar-Ridhawiyyah lil-‘Ulum Al-Islamiyyah, 1425 H.

Iyazi, As-Sayyid Muhammad Ali. Al-Mufassirūn Hayātihim wa Munhajihim. Teheran: Wizarah Ats- Tsaqafah wa al-Irsyad al-Islami, 1386.

Saleh, Walid A. “Qur’anic Commentaries”. dalam Seyyed Hossein Nasr dkk, The Study Qur’an: A New Translation with Notes and Commentary, New York: HarperCollins Publishers, 2015.